Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Tangisan dari gubuk tua


    Hidup adalah pilihan, kala orang dihadapkan dengan hidup manusia akan menemukan banyak sekali pilihan disana, itulah yang  menentukan pribadi seseorang  ,baik or buruk, semua itu kembali pada diri kita masing*


    “suara tangisan terdengar dari sebuah gubuk tua di tengah sawah” merintih kesakitan ‘seorang ibu hamil’(lasmi), tolong* menjerit kesakitan, sampailah suara itu terdengar oleh warga setempat, warga pun mendatangi asal dari suara tersebut, ‘terkapar lemas tak sadarkan diri’ itu lah yang di lihat oleh para warga yang terkejut melihat seorang ibu yang melahirkan di sebuah gubuk tua tanpa persalinan yang benar, para wargapun membawanya keruma sakit. Tersadarlah wanita itu bahwa dirinya telah berada di rumah sakit berkat pertolongan dari seorang warga yang juga masih kerabatnya(herman), tersiku malu sambil menangisi apa yang telah ia perbuat, di mana suamimu saut herman dengan wajah yang penuh amarah,DI MANA? Bentak  herman, pergi sama ayu(anak pertama),yo kemana pergine sudah tau kamu  lagi hamil kenapa  malah di tinggal, apaa maunya suamimu itu, terdiam dengan wajah sedikit kesal”lasmi”, knapa kmu Cuma diam saja lasmi?,. Bagaimanna dengan biaya persalianan ku ini aku tak punya cukup biaya’mengalihkan pembicaraan’,. Biar aku yang urus,kata herman,. “dua hari setelah kejadian”  lasmipun pulang bersama keluarga besarnya walawpun tak di dampingi oleh suami dan anak pertamanya nampak terlihat senyum bahagia dari seorang ibu yang di karuniai seorang anak laki*,.
    “waktu terus berjalan” dan tetap tak ada kabar tentang keberadaan sang suami yang   masih di harapkanya oleh lasmi,menyangkut tentang nama yang akan di berikan oleh anak ke2nya lasmipun masih menunggu akan kepastiaan sang ayah, setelah lama tak ada kabar orang tua lasmipun trus bertanya* “mau di kasih jeneng sopo anakmu itu, opo iyo gedenya mau di panggil …… kan ngx mungkin”,lasmipun terdiam menanggapi apa yang orang* katakan,. Tersadar dari salah satu keluarganya yang melihat lasmi  sering membawa anaknya untuk kabur terfikirkan bahwa lasmi sudah gila tak hanya dari pihak keluarga dari tetenggapun  tlah banyak terdengar kalimat* yang buruk pada lasmi,.
    Hingga suatu ketika ada yang berbelas kasihan untuk mengadopsi si anak tersebut yang juga masih kerabat jauh , dari pihak keluargapun menyetujui untuk melepaskan si anak tersebut, hingga suatu malam herman menyelinap ke kamar lasmi yang sedang tertidur pulas ia mengambil bayi dari lasmi yang selama ini menjadi teman dan kluarganya sendiri, tak lama herman mengangkat bayi tersebut bayi itupun terbangun dan menangis, sontak membuat lasmi terbangun,’sapa ya kok mbengi* pakek topeng’kata lasmi,herman pun bergegas keluar membawa anak itu, menyadari anaknya di bawa pergi oleh orang yang tidak ia kenal lasmipun berteriak ‘maling*…’,, sampai keluar rumah  lasmipun mengejar pencuri itu hingga keluar rumah lasmi terkejut melihat ada banyak anggota kluarganya yang melihat kejadian itu namun tak ada satupun yang membantunya, kepanikan lasmipun bertambah ketika melihat maling itu memberikan  bayinya kepada seseorang,.
    “menagiss penuh dngan kesakitan yang dalam” siapa kalian,kata lasmi,. Lari berusaha merebut anaknya kembali, ‘tenang lasmi, tenang anakmu baik* saja’ kata pria bertopeng, sambil terdiam lasmi menyadari akan suara tersebut, ‘siapa kamu’ kata lasmi, perlahan herman membuka topengnya,. Tangisan lasmipun tak terbendung lagi, ’kenapa mas kenapa?, mas tau kan bayi itu anak ku knapa kmu berikan sama orang iitu’ kata lasmi,. ‘mbak kami janji akan merawat anak ini seperti anak kami sendiri, kelak kalu sudah dewasa kami akan memberi tau semuanya dan akan saya kembalikan sama ibu’ saut parmi(kerabat dekat),’knapa semuanya harus pergi kenapa? Knapa kalian ngx bunuh aku saja’ menjerit meminta pertolongan pada yang maha kuasa “YA ALLAH”,. parmipun pergi bersama bayi itu  dengan izin kluarga tersebut,. Sampai di rumah parmi bergegas memberi persalinan yang layak  pada bayi tersebut, bersama bagos (suaminya parmi)  memikkirkan nama yang baik untuk bayi itu.
     “panji” itulah nama yang di dapat dari  kedua orang tua asuhnya,.


    Di sisi lain saat anaknya mendapatkan kebahagiaan dari orang lain lasmi masih berfikir sampai kapan dia akan tetep diam di sini,  berbagai percobaan pembunuhan terhadap  dirinya sendiri membuat ia harus merasakan rasa sakit yang di berikan oleh keluarganya dan mungkin yang terbaik untuk dirinya, lasmi terpaksa di pasung. Bagi keluarganya tak ada pilihan lain untuk itu,. seiring waktu terus berjalan panji trus beranjak dewasa kala itu ia  sedang merayakan ulang tahun yang ke -15 bersama teman*nya di sekolahan,sekolah ini cukup megah dengan berbagai fasilitasnya yang cukup memadai,pulang dengan wajah gembira dengan tampilan yang kusut akibat kejailan dari teman*nya yang membuatnya basah kuyub,
    “assalamuallaikum” ucap salam panji kepada orang rumah, walaikum salam ‘saut bagos’,nah habis ngapain kamu lee,,, kok basah kuyub gitu , kta bagos,. Aiss diem ajj kamu pak aku lagi kesal ini ‘jawab panji dengan nada tinggi’,. Heeh bicara apa kamu di Tanya orang tua malah njawabnya kayak gitu,ngax boleh ,’saut parmi’,. Ya abisnya itu lho buuk, aku tu tadi di ceburin kekolam deket sekolahan abis pulang tadi,’kata panji’, ya tapi jawabnya jangan bentak gitu lah nak bapakmu tu lagi sakit, itu kan bapakmu juga to,’parmi’,. Iia deh maaf ya pak aku tadi dah bicara kasar sama bapak,’kata panji’, ya dah gak pa* asal jangan di ulangi saja ,‘kata bagos’,iy pak ‘saut panji’,.
                    Seminggu setelah ultah panji, di beri kabar bahwa kakek dari panji meninggal dunia (wafat), tak lama setelah kabar duka wafatnya kakek dari panji, lasmi yang sebagai ibu kandung panji melapaskan diri dengan cara menyerang herman yang kala itu sedang di perintahkan untuk memberi makanan kepada lasmi, herman yang kala itu sedang membawa kunci dari pada alat pasung tersebut jatuh pingsan ketika di pukul dengan balok kayu ketika memalingkan badan yang hendak pergi, dengan cepat lasmipun bergegas mengambil kunci tersebut dan membebaskan diri,dengan kaki yang lemas dan masih belum mampu untuk berjalan perlahan lasmi meninggalkan gubuk(tempat lasmi di pasung)
                    Keesokan harinya setelah  kejadian herman terbangun dari tidurnya,tersadar bahwa dirinya telah di serang oleh lasmi hermanpun bergegas memberitakan kejadian tersebut kepada warga untuk agar dapat membantu pencarian lasmi, namun terlambat lasmipun telah pergi jauh setelah mendapatkan tumpangan kepada seseorang yang berbelas kasihan kepadanya, perlahan lasmi sudah mampu berjalan,. Tak sengaja lasmi bertemu dengan parmi di jalan yang kala itu parmi sedang mengantar panji ke sekolahnya, sontak lasmi berteriak memanggil nama parmi, “p,,a,,r,,m,,i,,” , parmipun kaget tak karuan, sontak parmi mempercepat jalannya, namun semua itu tak terelakkan lagi, lasmi lari dengan kaki yang masih penuh nanah dan luka, lasmi mengulurkan tangannya dan mendapati sebuah rambut yang masih utuh dengan kepalanya, “Aah.. lepaskan aku” kata parmi, di mana anakku, di mana anakku kalimat itu lah yang selalu terucap  dimulut seorang ibu yang merindukan anaknya lebih dari 15th,. Apa maksudmu aku tidak mengerti ‘kata parmi’, Di mana anakku ‘saut lasmi’, sontak keributan itu memancing warga untuk saling berdatangan dan menyaksikan bak tontonan gratis.
                    “tolong*…” menjerit kesakitan (parmi), spontan salah satu dari warga menolong parmi dan mengusir si lasmi yang di anggapnya sebagai orang gila, dasar orang gila kamu ya ‘kata parmi’, panji pun hanya terdiam melihat kejadian tersebut ,. awas kamu parmi tuhan pasti akan tunjukan keadilan bagi umatnya, dan tidak akan menguji hambanya  lebih dari kemampuanya, tuhan yang akan mengembalikan anakku,tuhan,,,,,, ‘hahahaha,,,,,,,,,’,.saut lasmi menjawb kata* dengan menjerit tertawa, walaupun sedang mengalami gangguan kejiwaan yang berat lasmi tak kunjung berhenti untuk mencari anaknya yang hilang selama 15th itu yang belum sempat ia beri nama,berfikir dari awal lasmi bertemu dengan parmi yang sedang membawa anak laki*, lasmipun mulai berfikir  bahwa anak yang sedang bersama parmi itu adalah anaknya,.
                   
    3 hari panji izin tidak masuk sekolah dikarnakan sakit, padahal itu hanyalah kebohongan  yang di buat oleh ibu angkat panji(parmi) agar tidak bertemu dengan lasmi(ibu kandung panji), lama waktu berjalan panjipun menanyakan perihal mengapa ia tak boleh keluar rumah selama ini,”di ruang tamu” bu saya pengen berbicara dengan ibu, berdua saja boleh ‘kata panji’, iya nak ada apa’jawab parmi’, mm… ini lho buk menyangkut sekolah panji, panji kan sudah tiga hari ngx masuk sekolah panji takut kalau ketinggalan pelajaran, sedangkan sebentar lagikan ulangan mid semester, panji tkut ketinggalan materi yang di sampaikan ibu guru,kata panji,. Ya nak kamu besok sudah bisa sekolah  lagi, asal di antar jemput sama ibu’ ya,. Kenapa si ibu sekarang membatasi panji, ‘saut panji’.


                    “Dengan wajah yang kesal panji pergi meninggalkan ibunya”, bagos pun datang dengan wajah sedikit  terheran, ada apa nak kok kayaknya mukanya kusut begitu,’kata bagos’ dengan sedikit menghibur
    Ngx ada apa* kok pak,’saut parmi’, si panji kenapa bu’, ‘kata bagos’,ngax pa* kok,’kata parmi’,. Buuk apa sudah waktunya kita kasih tau panji yang sebenarnya tetang  masalahnya, ibu kandungnya tentu sangat merindukannya buuk,,. ‘kata bagos’,. Ya pak, tapi jangan sekarang ibu’ bakalan merasa kehilangan kalau bapak ceritakan itu, semuanya butuh wktu pak,’kata parmi’,. Si lasmi akan lebih merasa kehilangan kalau panji kita sembunyikan  seperti ini,.
     Selang waktu pembicaraan terdengar suara motor memasuki halaman rumah mereka, siapa ya pak,’kata parmi’, tidak tau buk, coba tengok itu siapa ’kata bagos’,. Perlahan sambil membukakan pintu ibu parmi terkejut dengan kedatangan herman bersama istri dan anaknya, eee ad tamu jauh ne rupanya, tumben main ada ap ne,’kata parmi’sambil berbasabasi,hha.. ibu’ ngx ad apa* kok, Cuma mau silaturahmi ajj, panjinya mana buk,’saut ijah’(suami herman) itu di kamar lagi ngambex, ‘kata parmi’,loh udah gede kok ngambex,’ kata ijah’, ah biarin namanya juga anak* ,’jawab parmi dengan senyum’,.
                Ketika parmi pergi ke belakang hendak membuatkan minuman kepada para tamunya parmi melihat panji sudah tak di kamarnya lagi sontak membuat parmi panik dan cemas, parmipun mencoba berbicara kepada bagos, herman yang mendengar kejadian itu  langsung bertanya, ada apa ini ribut*,’kata herman’,ee.. anu,, itu,,jawab parmi sambil ketkutan,. Panji hilang? Saut herman,. Iya panji hilang??, iya mas, tapi tadi sebelum mas di sini saya tau kalau panji itu masih di sini,’kata parmi’ sambil ketakutan,. Gi mana si, ya sudah ayo kita cari bareng2,’saut herman’,. Selang waktu pencarian mereka beristirahat sejenak, mas begini maksud saya datang ke sini tadi juga mau menceritakan tentang lasmi,’kata herman’ “selang pencarian panji”lha emang ada apa man sama lasmi,’jawab bagos’, lasmi hilang mas,’kata herman’, hermanpun menceritakan semua kejadianya kepada parmi dan bagos, terdiamlah mereka sambil berfikir mungkin inilah waktunya mereka mengembalikan panji kepada ibu kandungnya.
                    Di sekolahan tempat panji bersekolah masih terlihat seorang lasmi yang nampaknya masih menunggu  keberadaan anaknya yang di harapkannya muncul di depannya. kotor,kumuh,penuh luka yang menjijikkan, itu lah yang sering warga bincangkan bila melihat sososk lasmi di pinggir trotoar jalan raya, dengan jelinya lasmi memperhatikan satu persatu anak sekolah yang sedang lewat di depannya berharap itu adalah anak yang kemarin  ia lihat bersama parmi, akibat aksinya itu ia sudah di anggap orang gila oleh murid* sekolah sekitar, dan tak sedikit yang mengolok-olok dirinya hingga sampai* suatu ketika ada yang melemparinya dengan sampah,tak sengaja kala itu lasmi bertemu dengan arief yaitu teman panji yang sore itu baru saja pulang sekolah arief bersama temannya waktu itu sedang iseng*nya  membuat lasmi sebagai bahan tertawaan mereka(hiburan) lasmipun nampak hanya terdiam merasakan penderitaan yang ia alami.
                    Ariefpun berpisah dengan kawan*nya dan pulang di rumahnya masing*, terkaget arief melihat temannya yang tak pernah terlihat di sekolahnya selama 3 hari di karnakan sakit, woy temen lame rupanya,’kata arief”,eh elu rief, baru pulang?,jawab panji,. Ia ne ada les matematika tadi, minggu depankan kita sudah ulangan cuy,’kata arief’, oia*, eh gua nginep tempat lho y nti’,’kata panji’, ok, tau aje lu di rumah gua lagi ngx ada orang,’sambil menepuk pundak pnji’, dah yok masuk dulu,’kata arief’.

    Masuklah mereka ke rumah sederhana itu, perlahan paji mulai menceritakan masalahnya kepada arief mengenai keluarganya ariefpun ikut bersedih atas masalah yang ia hadapi,kemudian merekapun saling bertukar pendapat,lalu untuk menghibur panji arief menceritakan masalahnya tadi waktu pulang sekolah,merekapun tertawa bersama seolah telah hanyut dalam kesedihan yang sedang panji alami.
                    Setelah dua hari panji menghilang dan menjadi pembicaraan keluarganya,, akhirnya panji sadar akan pentingnya keluarga, ia pun berpamitan kepada temanya yaitu arif,. rief gua pulang dulu ya, ‘kata panji’, nah buru* amat lo, gua kirain mau rumah sini lo, ‘jawab arief’,hha…. Becande aje lu mah, dah y pulang dulu, assalamualaikum… ‘kata panji’, yo ‘saut arief’,. Perlahan panji memasuki halaman rumahnya sambil ketakutan,. “Didalam rumah” parmi dan bagospun masih kebingungan mau mencari di mana lagi, “hampir putus asa”, assalamualaikum,,, buuk, ibuk,,, suara salam terdengar  dari luar rumah yang nampaknya mereka mengenali suara itu, walaikumsalam ‘saut parmi’,”sambil membukakan pintu”, ya ALLAH lee km pergi ke mana saja,kata parmi, sambil berkaca* matanya, maafin panji ya buk, panji ngaku panji salah pergi selama ini ngax ada kabar sama sekali,’kata panji’, iia nak ibuk juga minta maaf dah perlakuin km kaya’ gini, ‘kata parmi’,. Tak bisa menahan tangisnya bagos memeluk panji beserta parmi, melepaskan semua rasa bersalah yang telah terjadi,.
                    Keesokan harinya panji sudah mulai berangkat sekolah kembali setelah lama ia tak bertemu teman*nya di sekolah, diapun diantarkan oleh ibunya dengan mobil mewahnya, “di dalam mobil” buk,ibuk inget ngx sama orang gila yang waktu itu berantem sama ibuk,’tanya panji kepada ibunya’,”terkagetlah parmi mendengar pertanyaan yang di lontarkan padanya”, emang kenapa nak?, ‘jawab parmi’, ngx pa* kx buk Cuma Tanya ajj, dan kayaknya orang gila itu mengenal ibuk banget deh, ‘kata panji’, ah itu kan Cuma orang gila, dahlah ngx usah tanyak yang aneh* dulu, kejadian itu membuat ibu’ kesal,’jawab parmi’,ibu’ inget ngx waktu dia manggil nama ibu’ itu, itu yang buat aku penasaran mpek sekarang,’tanya panji’, kamu ne nanya terus ya,jangan Tanya* soal orang gila itu, dan ibu’ peringatin buat kamu jangan pernah dekat* sama orang gila itu, ngerti?,’saut parmi dengan hati yang sedikit kesal’, ya buk panji mint maaf, ‘kata panji’.
    Sesampainya panji tiba di sekolahnya ia segera masuk ke sekolahnya takut bertemu dengan orang gila yang sekarang mangkal di depan sekolahanya tersebut, namun takdirpun tak dapat di hindari lasmi sempat melihat panji yang sedang diantarkanya oleh parmi memasuki gerbang sekolahnya,lasmi hanya menunggu pulangnya murid* di sekolah itu, hanya karna tak mau melewatkan waktu dan takut kehilangan jejak anaknya lagi lasmi pun rela untuk tidak makan, ia pun banyak di pertanyakan oleh karyawan restaurant kecil dekat  sekalah tersebut, karna yang biasanya  membersihkan makanan sisa milik pengunjung itu sekarang tak ada lagi yang menghabiskan,
    “di bawah pohon beringin dekat sekolah” lasmi merintih menahan sakit perut karna kelaparan, ibuuk,ibuk kenapa, ‘tanya wnita cantik berjilbab,yang sedang menggendong seorang bayi’,kammu siapa,’jawab lasmi’, nama saya ayu buuk,’kata ayu’, “mereka tak tahu bahwa mereka adalah ibu dan anak yang telah bertahun* berpisah, dan mengalami perubahan masing* pada penampilan mereka”, ayuu,, ‘jawab lasmi’, ia saya dari tadi melihat ibu’ seperti sedang sakit,’kata ayu’, sayya lapar neng, jawab lasmi,. ibu’ kasihan sekali, gi mana kalo’ saya bawa kerumah sakit,’kata ayu’, saya ngx punya cukup uaang, buat makan saja saya harus mengemis,’jawab lasmi’, kebetulan saya sendiri adalah dokter ibuk nanti saya gratisin bwat berobat di tempat saya,dari pada sakit begini lho buk,’kata ayu’, tidak,pokoknya saya tidak akan pergi dari sini sebelum saya bertemu dengan anak saya,’jawab lasmi’ dengan nada yang sedikit tinggi,.ayu pun mulai berfikir, orang* yang menganggap ibu ini gila itu adalah salah, ibu ini hanya berpura* gila untuk mendapatkan anaknya kembali,
    Ayupun berdiri, perlahan pergi meninggalkan lasmi yang sedang kelaparan itu, selang waktu beberapa menit ayu kembali dengan membawa makanan yang begitu banyaknya, makanan itupun diberikan oleh lasmi,perlahan ayu mendekati lasmi sambil makan bareng, ayu merasa seperti ada kedekatan keluarga yang amat erat yang dia rasakan, pelan* ayu mulai bertanya tentang masalah yang sedang lasmi hadapi hingga lasmi menjadi seperti ini, lasmipun memberhentikan makannya, Cuma  kamu,Cuma kamu yang peduli dengan hidupku, siapa kamu?, ‘lasmi bertanya* bahagia ada yang mau mendengarkannya’, pelan* lasmi mengingat kejadian yang membuat hidupnya berantakan hingga seperti ini, dia ditinggalkan oleh suaminya hanya karna ia di anggap mengandung anak haram(anak dari perselingkuhan) dan padahal itu bukanlah anak haram, suatu ketika lasmi akan melahirkan suaminyapun membawanya ke gubuk tak jauh dari rumahnya, tepatnya di tangah sawah, suaminya berniat membunuhnya bersama anaknya, namun melihat lasmi menahan sakit akibat mau melahirkan, suaminyapun berubah fikiran untuk membunuhnya, dia pergi meninggalkan lasmi beserta panji yang saat itu masih berada di kandungan beruntung  waktu itu masih ada seseorang yang baik hati dan mau menolong dirinya, kenangan itu membuatnya untuk membenci seseorang yang telah mengambil anaknya.
    Jam 12 tepat waktunya anak* sekolah untuk pulang lasmi sudah siap untuk menunggu panji keluar dari gerbang sekolah, tak sabar lasmi untuk memeluk anaknya yang telah bertahun* tak bertemu, kepadatan jalanpun tak terelakan lagi ketika jam pulang anak* sekolah tiba, di saat lasmi sedang menunggu panji keluar dari sekolahan, nampak terlihat herman yang sedang mencarinya bersama parmi yang memberikan keberadaannya kepada herman, sontak membuat lasmi ketakutan atas trauma yang ia dapatkan, lasmipun bersembunyi di belakang ayu tindakan yang di lakukan lasmi membuat ayu kebingungan,laasmii,,,, teriak herman dengan nada tinggi, ibu’ kenal dengan orang itu,’kata ayu’,itu orang jahat*,’kata lasmi sambil ketakutan’,hermanpun menarik tangan lasmi dan berusaha membawanya pulang dan di Bantu oleh parmi’yang menjadi dalang semua ini’ ayu pun tak hanya diam saja, dia juga ikut membela lasmi yang tak bersalah, namun pembelaannya membuat ayu juga di anggap gila oleh warga, terjadilah keributan yang hebat di depan sekolahan itu.
    Keributan itu memancing anak* sekolah untuk keluar melihat apa yang sedang terjadi, tak jauh berbeda dangan anak* lainnya panji pun ikut keluar melihat keributan yang terjadi bak tontonan besar,. Tak kala panji keluar ia pun menjadi rebutan oleh para kedua orang tua tersebut, lasmi yang pada saat itu posisinya lebih dekat dengan panji merangkul dan memeluk panji dengan erat bak takut kehilangan permata, panji yang saat itu tak tau apa* sontak kaget dan melepaskan pelukan dari lasmi, lasmi yang merasa tak ingin kehilangan anaknya lagi mencoba mempertahankan panji, panji yang tidak terima dengan perlakuan lasmi yang tak ia kenal itu langsung memberikan tamparan  kepada lasmi, lasmipun cukup terkejut dengan apa yang di lakukan panji terhadap dirinya tersebut, apa yang kamu lakukan nak ,’kata lasmi’ sambil bersedih meneteskan air mata, apa yang ibu’ lakukan denganku siapa kamu, keluarga bukan,’jawab panji’, asstafirlah nak sadar aku ibumu,’kata lasmi’,. Keadaan ini membuat panji kebingungan, buuk orang tua ini siapa buk,’kata panji’, terdiamlah parmi mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut panji, kenapa ibu’ Cuma diam saja ,’kata panji’, itu ibumu nak, ‘saut ayu’, siapa kamu, apa maksudnya ini semua, buuk, apa maksud ini semua, ‘kata panji’,.
    Terdiamlah parmi melihat lasmi yang terus menderita karnanya ,parmi mulai merasa bersalah dengan apa yang ia lakukan selama ini,dihadapan puluhan teman*nya, panji menangis, ada apa buuk ada apa? ‘kata panji’,parmi perlahan menceritakan semua tantang panji yang sebenarnya, pa maksud kamu mi,,’kata herman’, mungkin ini sudah waktuunya, sudah waktunya panji tau siapa dirinya yang sebenarnya,’jawab parmi’, apa kamu sudah siap jika harus kehilangan panji,’kata herman’. Aku tak kuasa melihat tangisan lasmi yang selama ini karna ulahku,. Perlahan panji mulai mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya, kenapa buuk,, kenapa? Kenapa baru sekarang aku mengetahuinya buuk,,’kata panji’, panjipun menyesali apa yang sudah ia lakukan kepada lasmi yang sebenarnya adalah ibu kandungnya,.
    Dihadapan puluhan orang* dan teman*nya panji merasa malu akan siapa dirinya yang sebenarnya, ketika lasmi mendekati panji berniat mengajaknya untuk bersamanya kembali panji menolaknya dengan bahasa yang agak lembut pelan* menjauhi lasmi yang kotor dan kumuh, dan memilih bersama parmi yang kala itu hanyalah ibu angkatnya sendiri,. Knapa kamu memilih dia inilah ibumu yang sebenarnya, tidakkah kamu merasa rindu akan pelukkan ibumu, ‘kata ayu’,. Aku bukan anak kecil lagi aku berhak memilih siapa orang tuaku,’jawab panji’,tak kasihankah kamu melihat kondisi ibumu yang sekarang,’kata ayu’, lau kemana perginya dia selama aku masih kecil kenapa dia tinggalkan aku bak bayi tanpa nama,’kata panji’, kamu belum tau cerita yang sebenarnya nak,maafkanlah ibumu kelak kamu juga akan tau yang sebenarnya,’kata ayu’,.merasa kesal sperti orang yang sedang hidup dlam permainan dua orang yang berbeda itulah yang ia rasakan kala itu,.
    Baiklah nak kamu berhak memilih siapa yang berhak menjadi ibumu, selama ini ibu’ hanya ingin tau keberadaanmu,kondisimu,dan kesehatan kamu,tapi ibu’ juga pengen kamu tau siapa kamu sebenarnya,’kata lasmi’ sambil menangis, merenungi nasibnya,. Panji mulai memilih, dan diapun memilih parmi sebagai ibunya sekarang,mungkin juga karna beberapa alasan panji memilih parmi sebagai ibunya,. Panjipun pergi bersama parmi dan herman meninggalkan lasmi dan ayu, yang kala itu masih di situ, melihat lasmi tak mampu menyembunyikan kesedihannya parmi kembali menghampiri lasmi dan meminta maaf atas tindakanya selama ini. Melihat musibah yang dihadapi oleh lasmi ayu membujuknya untuk tinggal bersamanya,,,


    TAMAT

    Jadilah dirimu apa adanya walupun dengan kekurangan yang seperti apapun itu
    Karna manusia sempurna terlahir dari kekurangan yang ia perbaiki dengan keihlasan batin

    No comments

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728