Tangisan dari gubuk tua
Hidup adalah pilihan, kala orang dihadapkan
dengan hidup manusia akan menemukan banyak sekali pilihan disana, itulah
yang menentukan pribadi seseorang ,baik or buruk, semua itu kembali pada diri kita masing*
“suara tangisan terdengar dari sebuah gubuk tua
di tengah sawah” merintih kesakitan ‘seorang ibu hamil’(lasmi), tolong* menjerit kesakitan,
sampailah suara itu terdengar oleh warga setempat, warga pun mendatangi asal
dari suara tersebut, ‘terkapar lemas tak sadarkan diri’ itu lah yang di lihat
oleh para warga yang terkejut melihat seorang ibu yang melahirkan di sebuah
gubuk tua tanpa persalinan yang benar, para wargapun membawanya keruma sakit. Tersadarlah
wanita itu bahwa dirinya telah berada di rumah sakit berkat pertolongan dari
seorang warga yang juga masih kerabatnya(herman), tersiku malu sambil menangisi apa yang
telah ia perbuat, di mana suamimu saut herman dengan wajah yang penuh amarah,DI
MANA? Bentak herman, pergi sama ayu(anak pertama),yo
kemana pergine sudah tau kamu lagi hamil
kenapa malah di tinggal, apaa maunya
suamimu itu, terdiam dengan wajah sedikit kesal”lasmi”, knapa kmu Cuma diam
saja lasmi?,. Bagaimanna dengan biaya persalianan ku ini aku tak punya cukup
biaya’mengalihkan pembicaraan’,. Biar aku yang urus,kata herman,. “dua hari
setelah kejadian” lasmipun pulang
bersama keluarga besarnya walawpun tak di dampingi oleh suami dan anak
pertamanya nampak terlihat senyum bahagia dari seorang ibu yang di karuniai
seorang anak laki*,.
“waktu terus berjalan” dan tetap tak ada kabar
tentang keberadaan sang suami yang masih di harapkanya oleh lasmi,menyangkut
tentang nama yang akan di berikan oleh anak ke2nya lasmipun masih menunggu akan
kepastiaan sang ayah, setelah lama tak ada kabar orang tua lasmipun trus bertanya* “mau di kasih
jeneng sopo anakmu itu, opo iyo gedenya mau di panggil …… kan ngx
mungkin”,lasmipun terdiam menanggapi apa yang orang* katakan,. Tersadar dari
salah satu keluarganya yang melihat lasmi
sering membawa anaknya untuk kabur terfikirkan bahwa lasmi sudah gila
tak hanya dari pihak keluarga dari tetenggapun
tlah banyak terdengar kalimat* yang buruk pada lasmi,.
Hingga suatu ketika ada yang berbelas kasihan
untuk mengadopsi si anak tersebut yang juga masih kerabat jauh , dari pihak
keluargapun menyetujui untuk melepaskan si anak tersebut, hingga suatu malam
herman menyelinap ke kamar lasmi yang sedang tertidur pulas ia mengambil bayi
dari lasmi yang selama ini menjadi teman dan kluarganya sendiri, tak lama
herman mengangkat bayi tersebut bayi itupun terbangun dan menangis, sontak
membuat lasmi terbangun,’sapa ya kok mbengi* pakek topeng’kata lasmi,herman pun
bergegas keluar membawa anak itu, menyadari anaknya di bawa pergi oleh orang
yang tidak ia kenal lasmipun berteriak ‘maling*…’,, sampai keluar rumah lasmipun mengejar pencuri itu hingga keluar
rumah lasmi terkejut melihat ada banyak anggota kluarganya yang melihat
kejadian itu namun tak ada satupun yang membantunya, kepanikan lasmipun
bertambah ketika melihat maling itu memberikan bayinya kepada seseorang,.
“menagiss penuh dngan kesakitan yang dalam”
siapa kalian,kata lasmi,. Lari berusaha merebut anaknya kembali, ‘tenang lasmi,
tenang anakmu baik* saja’ kata pria bertopeng, sambil terdiam lasmi menyadari
akan suara tersebut, ‘siapa kamu’ kata lasmi, perlahan herman membuka topengnya,.
Tangisan lasmipun tak terbendung lagi, ’kenapa mas kenapa?, mas tau kan bayi itu anak ku
knapa kmu berikan sama orang iitu’ kata lasmi,. ‘mbak kami janji akan merawat
anak ini seperti anak kami sendiri, kelak kalu sudah dewasa kami akan memberi
tau semuanya dan akan saya kembalikan sama ibu’ saut parmi(kerabat dekat),’knapa semuanya harus
pergi kenapa? Knapa kalian ngx bunuh aku saja’ menjerit meminta pertolongan
pada yang maha kuasa “YA ALLAH”,. parmipun pergi bersama bayi itu dengan izin kluarga tersebut,. Sampai di
rumah parmi bergegas memberi persalinan yang layak pada bayi tersebut, bersama bagos (suaminya parmi) memikkirkan nama yang baik untuk bayi itu.
“panji” itulah nama yang di dapat dari kedua orang tua asuhnya,.
Di sisi lain saat anaknya mendapatkan
kebahagiaan dari orang lain lasmi masih berfikir sampai kapan dia akan tetep
diam di sini, berbagai percobaan
pembunuhan terhadap dirinya sendiri
membuat ia harus merasakan rasa sakit yang di berikan oleh keluarganya dan
mungkin yang terbaik untuk dirinya, lasmi terpaksa di pasung. Bagi keluarganya
tak ada pilihan lain untuk itu,. seiring waktu terus berjalan panji trus
beranjak dewasa kala itu ia sedang
merayakan ulang tahun yang ke -15 bersama teman*nya di sekolahan,sekolah ini
cukup megah dengan berbagai fasilitasnya yang cukup memadai,pulang dengan wajah
gembira dengan tampilan yang kusut akibat kejailan dari teman*nya yang
membuatnya basah kuyub,
“assalamuallaikum” ucap salam panji kepada orang
rumah, walaikum salam ‘saut bagos’,nah habis ngapain kamu lee,,, kok basah
kuyub gitu , kta bagos,. Aiss diem ajj kamu pak aku lagi kesal ini ‘jawab panji
dengan nada tinggi’,. Heeh bicara apa kamu di Tanya orang tua malah njawabnya
kayak gitu,ngax boleh ,’saut parmi’,. Ya abisnya itu lho buuk, aku tu tadi di
ceburin kekolam deket sekolahan abis pulang tadi,’kata panji’, ya tapi jawabnya
jangan bentak gitu lah nak bapakmu tu lagi sakit, itu kan bapakmu juga to,’parmi’,. Iia deh maaf
ya pak aku tadi dah bicara kasar sama bapak,’kata panji’, ya dah gak pa* asal
jangan di ulangi saja ,‘kata bagos’,iy pak ‘saut panji’,.
Seminggu setelah ultah panji, di
beri kabar bahwa kakek dari panji meninggal dunia (wafat), tak lama setelah
kabar duka wafatnya kakek dari panji, lasmi yang sebagai ibu kandung panji
melapaskan diri dengan cara menyerang herman yang kala itu sedang di
perintahkan untuk memberi makanan kepada lasmi, herman yang kala itu sedang
membawa kunci dari pada alat pasung tersebut jatuh pingsan ketika di pukul
dengan balok kayu ketika memalingkan badan yang hendak pergi, dengan cepat
lasmipun bergegas mengambil kunci tersebut dan membebaskan diri,dengan kaki
yang lemas dan masih belum mampu untuk berjalan perlahan lasmi meninggalkan
gubuk(tempat lasmi di pasung)
Keesokan harinya setelah kejadian herman terbangun dari
tidurnya,tersadar bahwa dirinya telah di serang oleh lasmi hermanpun bergegas
memberitakan kejadian tersebut kepada warga untuk agar dapat membantu pencarian
lasmi, namun terlambat lasmipun telah pergi jauh setelah mendapatkan tumpangan
kepada seseorang yang berbelas kasihan kepadanya, perlahan lasmi sudah mampu
berjalan,. Tak sengaja lasmi bertemu dengan parmi di jalan yang kala itu parmi
sedang mengantar panji ke sekolahnya, sontak lasmi berteriak memanggil nama
parmi, “p,,a,,r,,m,,i,,” , parmipun kaget tak karuan, sontak parmi mempercepat
jalannya, namun semua itu tak terelakkan lagi, lasmi lari dengan kaki yang
masih penuh nanah dan luka, lasmi mengulurkan tangannya dan mendapati sebuah
rambut yang masih utuh dengan kepalanya, “Aah.. lepaskan aku” kata parmi, di
mana anakku, di mana anakku kalimat itu lah yang selalu terucap dimulut seorang ibu yang merindukan anaknya
lebih dari 15th,. Apa maksudmu aku tidak mengerti ‘kata parmi’, Di
mana anakku ‘saut lasmi’, sontak keributan itu memancing warga untuk saling
berdatangan dan menyaksikan bak tontonan gratis.
“tolong*…” menjerit kesakitan (parmi),
spontan salah satu dari warga menolong parmi dan mengusir si lasmi yang di
anggapnya sebagai orang gila, dasar orang gila kamu ya ‘kata parmi’, panji pun
hanya terdiam melihat kejadian tersebut ,. awas kamu parmi tuhan pasti akan
tunjukan keadilan bagi umatnya, dan tidak akan menguji hambanya lebih dari kemampuanya, tuhan yang akan
mengembalikan anakku,tuhan,,,,,, ‘hahahaha,,,,,,,,,’,.saut lasmi menjawb kata*
dengan menjerit tertawa, walaupun sedang mengalami gangguan kejiwaan yang berat
lasmi tak kunjung berhenti untuk mencari anaknya yang hilang selama 15th
itu yang belum sempat ia beri nama,berfikir dari awal lasmi bertemu dengan
parmi yang sedang membawa anak laki*, lasmipun mulai berfikir bahwa anak yang sedang bersama parmi itu
adalah anaknya,.
3 hari panji izin tidak masuk sekolah dikarnakan
sakit, padahal itu hanyalah kebohongan
yang di buat oleh ibu angkat panji(parmi) agar tidak bertemu dengan
lasmi(ibu kandung panji), lama waktu berjalan panjipun menanyakan perihal
mengapa ia tak boleh keluar rumah selama ini,”di ruang tamu” bu saya pengen
berbicara dengan ibu, berdua saja boleh ‘kata panji’, iya nak ada apa’jawab
parmi’, mm… ini lho buk menyangkut sekolah panji, panji kan sudah tiga hari ngx
masuk sekolah panji takut kalau ketinggalan pelajaran, sedangkan sebentar
lagikan ulangan mid semester, panji tkut ketinggalan materi yang di sampaikan
ibu guru,kata panji,. Ya nak kamu besok sudah bisa sekolah lagi, asal di antar jemput sama ibu’ ya,.
Kenapa si ibu sekarang membatasi panji, ‘saut panji’.
“Dengan wajah yang kesal panji
pergi meninggalkan ibunya”, bagos pun datang dengan wajah sedikit terheran, ada apa nak kok kayaknya mukanya
kusut begitu,’kata bagos’ dengan sedikit menghibur
Ngx
ada apa* kok pak,’saut parmi’, si panji kenapa bu’, ‘kata bagos’,ngax pa*
kok,’kata parmi’,. Buuk apa sudah waktunya kita kasih tau panji yang sebenarnya
tetang masalahnya, ibu kandungnya tentu
sangat merindukannya buuk,,. ‘kata bagos’,. Ya pak, tapi jangan sekarang ibu’
bakalan merasa kehilangan kalau bapak ceritakan itu, semuanya butuh wktu pak,’kata
parmi’,. Si lasmi akan lebih merasa kehilangan kalau panji kita
sembunyikan seperti ini,.
Selang
waktu pembicaraan terdengar suara motor memasuki halaman rumah mereka, siapa ya
pak,’kata parmi’, tidak tau buk, coba tengok itu siapa ’kata bagos’,. Perlahan
sambil membukakan pintu ibu parmi terkejut dengan kedatangan herman bersama
istri dan anaknya, eee ad tamu jauh ne rupanya, tumben main ada ap ne,’kata
parmi’sambil berbasabasi,hha.. ibu’ ngx ad apa* kok, Cuma mau silaturahmi ajj,
panjinya mana buk,’saut ijah’(suami
herman) itu di kamar lagi ngambex, ‘kata parmi’,loh udah gede kok ngambex,’
kata ijah’, ah biarin namanya juga anak* ,’jawab parmi dengan senyum’,.
Ketika parmi pergi ke belakang hendak membuatkan
minuman kepada para tamunya parmi melihat panji sudah tak di kamarnya lagi
sontak membuat parmi panik dan cemas, parmipun mencoba berbicara kepada bagos,
herman yang mendengar kejadian itu langsung
bertanya, ada apa ini ribut*,’kata herman’,ee.. anu,, itu,,jawab parmi sambil
ketkutan,. Panji hilang? Saut herman,. Iya panji hilang??, iya mas, tapi tadi
sebelum mas di sini saya tau kalau panji itu masih di sini,’kata parmi’ sambil
ketakutan,. Gi mana si, ya sudah ayo kita cari bareng2,’saut herman’,. Selang
waktu pencarian mereka beristirahat sejenak, mas begini maksud saya datang ke
sini tadi juga mau menceritakan tentang lasmi,’kata herman’ “selang pencarian
panji”lha emang ada apa man sama lasmi,’jawab bagos’, lasmi hilang mas,’kata
herman’, hermanpun menceritakan semua kejadianya kepada parmi dan bagos,
terdiamlah mereka sambil berfikir mungkin inilah waktunya mereka mengembalikan
panji kepada ibu kandungnya.
Di sekolahan tempat panji
bersekolah masih terlihat seorang lasmi yang nampaknya masih menunggu keberadaan anaknya yang di harapkannya muncul
di depannya. kotor,kumuh,penuh luka yang menjijikkan, itu lah yang sering warga
bincangkan bila melihat sososk lasmi di pinggir trotoar jalan raya, dengan
jelinya lasmi memperhatikan satu persatu anak sekolah yang sedang lewat di
depannya berharap itu adalah anak yang kemarin
ia lihat bersama parmi, akibat aksinya itu ia sudah di anggap orang gila
oleh murid* sekolah sekitar, dan tak sedikit yang mengolok-olok dirinya hingga
sampai* suatu ketika ada yang melemparinya dengan sampah,tak sengaja kala itu
lasmi bertemu dengan arief
yaitu teman panji yang sore itu baru saja pulang sekolah arief bersama temannya
waktu itu sedang iseng*nya membuat lasmi
sebagai bahan tertawaan mereka(hiburan) lasmipun nampak hanya terdiam merasakan
penderitaan yang ia alami.
Ariefpun berpisah dengan
kawan*nya dan pulang di rumahnya masing*, terkaget arief melihat temannya yang
tak pernah terlihat di sekolahnya selama 3 hari di karnakan sakit, woy temen
lame rupanya,’kata arief”,eh elu rief, baru pulang?,jawab panji,. Ia ne ada les
matematika tadi, minggu depankan kita sudah ulangan cuy,’kata arief’, oia*, eh
gua nginep tempat lho y nti’,’kata panji’, ok, tau aje lu di rumah gua lagi ngx
ada orang,’sambil menepuk pundak pnji’, dah yok masuk dulu,’kata arief’.
Masuklah mereka ke rumah sederhana itu, perlahan
paji mulai menceritakan masalahnya kepada arief mengenai keluarganya ariefpun
ikut bersedih atas masalah yang ia hadapi,kemudian merekapun saling bertukar
pendapat,lalu untuk menghibur panji arief menceritakan masalahnya tadi waktu
pulang sekolah,merekapun tertawa bersama seolah telah hanyut dalam kesedihan
yang sedang panji alami.
Setelah dua hari panji
menghilang dan menjadi pembicaraan keluarganya,, akhirnya panji sadar akan
pentingnya keluarga, ia pun berpamitan kepada temanya yaitu arif,. rief gua
pulang dulu ya, ‘kata panji’, nah buru* amat lo, gua kirain mau rumah sini lo,
‘jawab arief’,hha…. Becande aje lu mah, dah y pulang dulu, assalamualaikum…
‘kata panji’, yo ‘saut arief’,. Perlahan panji memasuki halaman rumahnya sambil
ketakutan,. “Didalam rumah” parmi dan bagospun masih kebingungan mau mencari di
mana lagi, “hampir putus asa”, assalamualaikum,,, buuk, ibuk,,, suara salam
terdengar dari luar rumah yang nampaknya
mereka mengenali suara itu, walaikumsalam ‘saut parmi’,”sambil membukakan
pintu”, ya ALLAH lee km pergi ke mana saja,kata parmi, sambil berkaca* matanya,
maafin panji ya buk, panji ngaku panji salah pergi selama ini ngax ada kabar
sama sekali,’kata panji’, iia nak ibuk juga minta maaf dah perlakuin km kaya’
gini, ‘kata parmi’,. Tak bisa menahan tangisnya bagos memeluk panji beserta
parmi, melepaskan semua rasa bersalah yang telah terjadi,.
Keesokan harinya panji sudah
mulai berangkat sekolah kembali setelah lama ia tak bertemu teman*nya di
sekolah, diapun diantarkan oleh ibunya dengan mobil mewahnya, “di dalam mobil”
buk,ibuk inget ngx sama orang gila yang waktu itu berantem sama ibuk,’tanya
panji kepada ibunya’,”terkagetlah parmi mendengar pertanyaan yang di lontarkan
padanya”, emang kenapa nak?, ‘jawab parmi’, ngx pa* kx buk Cuma Tanya ajj, dan
kayaknya orang gila itu mengenal ibuk banget deh, ‘kata panji’, ah itu kan Cuma
orang gila, dahlah ngx usah tanyak yang aneh* dulu, kejadian itu membuat ibu’
kesal,’jawab parmi’,ibu’ inget ngx waktu dia manggil nama ibu’ itu, itu yang
buat aku penasaran mpek sekarang,’tanya panji’, kamu ne nanya terus ya,jangan
Tanya* soal orang gila itu, dan ibu’ peringatin buat kamu jangan pernah dekat*
sama orang gila itu, ngerti?,’saut parmi dengan hati yang sedikit kesal’, ya
buk panji mint maaf, ‘kata panji’.
Sesampainya panji tiba di sekolahnya ia segera
masuk ke sekolahnya takut bertemu dengan orang gila yang sekarang mangkal di
depan sekolahanya tersebut, namun takdirpun tak dapat di hindari lasmi sempat
melihat panji yang sedang diantarkanya oleh parmi memasuki gerbang
sekolahnya,lasmi hanya menunggu pulangnya murid* di sekolah itu, hanya karna
tak mau melewatkan waktu dan takut kehilangan jejak anaknya lagi lasmi pun rela
untuk tidak makan, ia pun banyak di pertanyakan oleh karyawan restaurant kecil
dekat sekalah tersebut, karna yang
biasanya membersihkan makanan sisa milik
pengunjung itu sekarang tak ada lagi yang menghabiskan,
“di bawah pohon beringin dekat sekolah” lasmi
merintih menahan sakit perut karna kelaparan, ibuuk,ibuk kenapa, ‘tanya wnita
cantik berjilbab,yang sedang menggendong seorang bayi’,kammu siapa,’jawab
lasmi’, nama saya ayu buuk,’kata ayu’, “mereka tak tahu bahwa mereka adalah ibu
dan anak yang telah bertahun* berpisah, dan mengalami perubahan masing* pada
penampilan mereka”, ayuu,, ‘jawab lasmi’, ia saya dari tadi melihat ibu’
seperti sedang sakit,’kata ayu’, sayya lapar neng, jawab lasmi,. ibu’ kasihan
sekali, gi mana kalo’ saya bawa kerumah sakit,’kata ayu’, saya ngx punya cukup
uaang, buat makan saja saya harus mengemis,’jawab lasmi’, kebetulan saya
sendiri adalah dokter ibuk nanti saya gratisin bwat berobat di tempat saya,dari
pada sakit begini lho buk,’kata ayu’, tidak,pokoknya saya tidak akan pergi dari
sini sebelum saya bertemu dengan anak saya,’jawab lasmi’ dengan nada yang sedikit
tinggi,.ayu pun mulai berfikir, orang* yang menganggap ibu ini gila itu adalah
salah, ibu ini hanya berpura* gila untuk mendapatkan anaknya kembali,
Ayupun berdiri, perlahan pergi meninggalkan
lasmi yang sedang kelaparan itu, selang waktu beberapa menit ayu kembali dengan
membawa makanan yang begitu banyaknya, makanan itupun diberikan oleh
lasmi,perlahan ayu mendekati lasmi sambil makan bareng, ayu merasa seperti ada
kedekatan keluarga yang amat erat yang dia rasakan, pelan* ayu mulai bertanya
tentang masalah yang sedang lasmi hadapi hingga lasmi menjadi seperti ini,
lasmipun memberhentikan makannya, Cuma
kamu,Cuma kamu yang peduli dengan hidupku, siapa kamu?, ‘lasmi bertanya*
bahagia ada yang mau mendengarkannya’, pelan* lasmi mengingat kejadian yang membuat
hidupnya berantakan hingga seperti ini, dia ditinggalkan oleh suaminya hanya
karna ia di anggap mengandung anak haram(anak dari perselingkuhan) dan padahal
itu bukanlah anak haram, suatu ketika lasmi akan melahirkan suaminyapun
membawanya ke gubuk tak jauh dari rumahnya, tepatnya di tangah sawah, suaminya
berniat membunuhnya bersama anaknya, namun melihat lasmi menahan sakit akibat
mau melahirkan, suaminyapun berubah fikiran untuk membunuhnya, dia pergi
meninggalkan lasmi beserta panji yang saat itu masih berada di kandungan beruntung waktu itu masih ada seseorang yang baik hati
dan mau menolong dirinya, kenangan itu membuatnya untuk membenci seseorang yang
telah mengambil anaknya.
Jam 12 tepat waktunya anak* sekolah untuk pulang
lasmi sudah siap untuk menunggu panji keluar dari gerbang sekolah, tak sabar
lasmi untuk memeluk anaknya yang telah bertahun* tak bertemu, kepadatan
jalanpun tak terelakan lagi ketika jam pulang anak* sekolah tiba, di saat lasmi
sedang menunggu panji keluar dari sekolahan, nampak terlihat herman yang sedang
mencarinya bersama parmi yang memberikan keberadaannya kepada herman, sontak
membuat lasmi ketakutan atas trauma yang ia dapatkan, lasmipun bersembunyi di
belakang ayu tindakan yang di lakukan lasmi membuat ayu kebingungan,laasmii,,,,
teriak herman dengan nada tinggi, ibu’ kenal dengan orang itu,’kata ayu’,itu
orang jahat*,’kata lasmi sambil ketakutan’,hermanpun menarik tangan lasmi dan
berusaha membawanya pulang dan di Bantu oleh parmi’yang menjadi dalang semua
ini’ ayu pun tak hanya diam saja, dia juga ikut membela lasmi yang tak
bersalah, namun pembelaannya membuat ayu juga di anggap gila oleh warga,
terjadilah keributan yang hebat di depan sekolahan itu.
Keributan itu memancing anak* sekolah untuk
keluar melihat apa yang sedang terjadi, tak jauh berbeda dangan anak* lainnya
panji pun ikut keluar melihat keributan yang terjadi bak tontonan besar,. Tak
kala panji keluar ia pun menjadi rebutan oleh para kedua orang tua tersebut,
lasmi yang pada saat itu posisinya lebih dekat dengan panji merangkul dan
memeluk panji dengan erat bak takut kehilangan permata, panji yang saat itu tak
tau apa* sontak kaget dan melepaskan pelukan dari lasmi, lasmi yang merasa tak
ingin kehilangan anaknya lagi mencoba mempertahankan panji, panji yang tidak
terima dengan perlakuan lasmi yang tak ia kenal itu langsung memberikan
tamparan kepada lasmi, lasmipun cukup
terkejut dengan apa yang di lakukan panji terhadap dirinya tersebut, apa yang
kamu lakukan nak ,’kata lasmi’ sambil bersedih meneteskan air mata, apa yang
ibu’ lakukan denganku siapa kamu, keluarga bukan,’jawab panji’, asstafirlah nak
sadar aku ibumu,’kata lasmi’,. Keadaan ini membuat panji kebingungan, buuk
orang tua ini siapa buk,’kata panji’, terdiamlah parmi mendengar pertanyaan
yang keluar dari mulut panji, kenapa ibu’ Cuma diam saja ,’kata panji’, itu
ibumu nak, ‘saut ayu’, siapa kamu, apa maksudnya ini semua, buuk, apa maksud
ini semua, ‘kata panji’,.
Terdiamlah parmi melihat lasmi yang terus
menderita karnanya ,parmi mulai merasa bersalah dengan apa yang ia lakukan
selama ini,dihadapan puluhan teman*nya, panji menangis, ada apa buuk ada apa?
‘kata panji’,parmi perlahan menceritakan semua tantang panji yang sebenarnya,
pa maksud kamu mi,,’kata herman’, mungkin ini sudah waktuunya, sudah waktunya
panji tau siapa dirinya yang sebenarnya,’jawab parmi’, apa kamu sudah siap jika
harus kehilangan panji,’kata herman’. Aku tak kuasa melihat tangisan lasmi yang
selama ini karna ulahku,. Perlahan panji mulai mengetahui siapa dirinya yang
sebenarnya, kenapa buuk,, kenapa? Kenapa baru sekarang aku mengetahuinya
buuk,,’kata panji’, panjipun menyesali apa yang sudah ia lakukan kepada lasmi
yang sebenarnya adalah ibu kandungnya,.
Dihadapan puluhan orang* dan teman*nya panji
merasa malu akan siapa dirinya yang sebenarnya, ketika lasmi mendekati panji
berniat mengajaknya untuk bersamanya kembali panji menolaknya dengan bahasa
yang agak lembut pelan* menjauhi lasmi yang kotor dan kumuh, dan memilih
bersama parmi yang kala itu hanyalah ibu angkatnya sendiri,. Knapa kamu memilih
dia inilah ibumu yang sebenarnya, tidakkah kamu merasa rindu akan pelukkan
ibumu, ‘kata ayu’,. Aku bukan anak kecil lagi aku berhak memilih siapa orang
tuaku,’jawab panji’,tak kasihankah kamu melihat kondisi ibumu yang
sekarang,’kata ayu’, lau kemana perginya dia selama aku masih kecil kenapa dia
tinggalkan aku bak bayi tanpa nama,’kata panji’, kamu belum tau cerita yang
sebenarnya nak,maafkanlah ibumu kelak kamu juga akan tau yang sebenarnya,’kata
ayu’,.merasa kesal sperti orang yang sedang hidup dlam permainan dua orang yang
berbeda itulah yang ia rasakan kala itu,.
Baiklah nak kamu berhak memilih siapa yang
berhak menjadi ibumu, selama ini ibu’ hanya ingin tau
keberadaanmu,kondisimu,dan kesehatan kamu,tapi ibu’ juga pengen kamu tau siapa
kamu sebenarnya,’kata lasmi’ sambil menangis, merenungi nasibnya,. Panji mulai
memilih, dan diapun memilih parmi sebagai ibunya sekarang,mungkin juga karna
beberapa alasan panji memilih parmi sebagai ibunya,. Panjipun pergi bersama parmi
dan herman meninggalkan lasmi dan ayu, yang kala itu masih di situ, melihat
lasmi tak mampu menyembunyikan kesedihannya parmi kembali menghampiri lasmi dan
meminta maaf atas tindakanya selama ini. Melihat musibah yang dihadapi oleh
lasmi ayu membujuknya untuk tinggal bersamanya,,,
TAMAT
Jadilah dirimu apa
adanya walupun dengan kekurangan yang seperti apapun itu
Karna manusia sempurna terlahir dari kekurangan
yang ia perbaiki dengan keihlasan batin
No comments